Home / Renungan / Nikmat Ukhuwah

Nikmat Ukhuwah

 “ Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana”.

Jika ingin menyatukan dua kertas, kita bisa menggunakan lem, bila ingin menyatukan dua batang logam, cukup dengan menggunakan las. Namun bila hendak menyatukan dua hati, tidak ada satupun perekat yang sanggup menyatukannya. Namun hal itu menjadi mudah ketika Allah menghendaki untuk menyatukan dua hati yang terpisah. Seperti ketika Allah menyatukan Aus dan Khazraj.

Bahwa setiap nafas dalam kehidupan kita sebuah anugerah yang tiada tandingannya, begitu pula dengan sebuah ukhuwah islamiyah, sebuah barisan kokoh yang tak akan rapuh seperti sebuah tembok baja yang lebih kuat dari tembok raksasa Cina sekalipun, karna kekuatan ini adalah kekuatan Allah, tasbih semesta alam dipersembahkan hanya untuk-Nya.

Mari renungi kembali, ketika persaudaraan semakin kering, ketika persaudaraan hanya sekedar menjadi pemanis bibir tanpa tindakan, persaudaraan hanya ada dalam dunia harapan dan impian, ketika kita semakin tidak nyaman dengan saudara-saudara kita, hal pertama yang harus kita lakukakan adalah mengecek kembali kondisi keimanan kita. Karena siapa tahu keimanan kita yang semakin menipis yang membuat Allah mencabut nikmat ukhwah dari hati-hati kita.

Ketika keimanan menipis maka yang ada adalah su’udhon, yang timbul hanyalah prasangka-prasangka yang mematikan hati. Yang tertinggal hanya rasa kecewa dan tidak percaya kepada saudara seiman. Yang tersisa adalah curiga dan berusaha mencari cela saudara.

Karena itu, ketika kita merasa ukhwah diantara kita semakin kering kerontang, maka yang harus pertama kita evaluasi adalah kondisi keimanan kita dan saudara-saudara kita, kemuadian saling ingat mengingatkanlah dalam kebenaran dan ketaqwaan. Semoga  Allah selalu menghadirkan ukhwah yang tulus ke dalam hati-hati kita.

 “Allahummaghfir, lil muslimiina wal muslimaat. Wal mu’miniina na wal mu’minaat…”
Ya Allah, ampunilah para mukmin lelaki dan perempuan. Ampunilah mereka yang berserah diri, yang pria maupun wanita. Yang masih hidup ataupun telah wafat mendahului kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat. Duhai Dzat yang memenuhi segala hajat, ampunilah kami..[Ibnnoe]

Designed by Mitramuslim