Home / Niswah / Cara Islam Mewujudkan 8 Fungsi Keluarga

Cara Islam Mewujudkan 8 Fungsi Keluarga

KELUARGA adalah bagian terkecil dari masyarakat. Dalam keluarga hidup individu-individu yang memiliki ikatan darah. Sebuah keluarga akan menjadi harmonis jika antara anggota keluarganya saling mendukung, menolong dan menghormati.

Masa depan sebuah bangsa 20 tahun yang akan datang ditentukan oleh generasi yang ada pada hari ini. Sementara generasi mudasangat ditentukan oleh lingkungan keluarga mendidik para generasi tersebut. Begitu pentingnya peran keluarga dalam masyarakat dan bangsa ini. Keluarga secara ideal memiliki 8 fungsi. Namun kondisi ini kini tidak banyak lagi ditemukan dalam masyarakat.

  1. Fungsi Reproduksi. Keluarga melalui yang diawali dengan pernikahan memiliki tujuan untuk melestarikan keturunan. Tapi fungsi ini tidak sepenuhnya terlaksana. Pasalnya selain karena takdir Allah, pola hidup yang tidak sehat juga memicu tidak terpenuhinya fungsi reproduksi. Di lain pihak, banyak keluarga-keluarga yang membatasi jumlah anak karena takut biaya yang mahal, dan malu jika memiliki banyak anak. Selain itu kebanyakan wanita karir cenderung tidak ingin punya anak dengan alasan ingin meniti dan mengembangkan karir, kepuasan kehidupan dunia. Ketika kita mencermati ternyata justru fungsi ini dipenuhi oleh para remaja hasil dari pergaulan bebas.
  1. Fungsi ekonomi. Kemandirian keluarga terbentuk dengan adanya pemenuhan kebutuhan ekonomi. Keluarga yang mandiri dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan suami demi tercapainya fungsi ini. Apalagi jika melihat kenyataan hari ini, banyak PHK, lapangan kerja sulit, harga kebutukan pokok terus meningkat. Namun hal itu bukan berate kita putus asa, karena rezeki sudah ditentukan Allah, tinggal bagaimana usaha kita untuk menjemput rezeki tersebut.
  1. Fungsi edukasi. Keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam membina anak untuk menjadi insan yang beriman dan bertakwa. Ibu sebagai istri dan pengatur rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam membina anak. Bahkan Rasulmenyebutkan bahwa ibu adalah madrasah pertama kali bagi anak-anaknya.
  2. Fungsi sosial. Walaupun banyak masyarakat yang menganggap gelar pendidikan adalah sesuatu yang berharga, keberadaan anak sholih dan sholihah tidak bisa dipandang sebelah mata. Berapa banyak keluarga yang dikenal intelektualnya, namun tidak bisa menghargai kedua orang tuanya. Tidak sedikit pula keluarga yang dikenal pandai tapi anak-anak terlibat dalam kejahatan narkoba.
  1. Fungsi protektif. Melindungi anggota keluarga dari berbagai ancaman, baik secara fisik, ekonomi, pemikiran dan perusakan akhlaq. Termasuk ancaman yang harus diwaspadai adalah masuknya budaya barat yang permisif, serba boleh. Jangan sampai anak memiliki moral yang tidak terpuji dikarenakan orang tua tidak memberikan perisai berupa penguatan akhlaq sejak dini
  1. Fungsi rekreatif. Keluarga merupakan pusat rekreasi untuk anggota keluarganya. Rumah sebagai sumber kebahagiaan. Setiap anggota keluarga berperan mewujudkan tawa, canda dan kegembiraan. Seorang ayah tidak membawa masalah kerja ke rumah, ibu yang selalu tersenyum, anak-anak yang selalu gembira. Namun, banyak masalah yang terjadi di keluarga saat ini, mulai dari  pertengkaran ayah-ibu kerap terdengar, bahkan di hadapan anak-anak hingga berujung pada broken home. Sehingga anak tidak betah di rumah, adalah pertanda keluarga tidak harmonis sehingga mencari hiburan dan kesenangan di luar rumah.
  1. Fungsi afektif. Keluarga sebagai tempat bersemainya kasih sayang, empati dan kepedulian. Meski hal ini fitrah, namun banyak keluarga yang sudah mengabaikannya. Banyak keluarga yang terasa formal disetiap interaksinya. Ayah setelah lelah seharian bekerja, hanya menjadikan rumah sebagai tempat tidur saja. Anak-anak yang telah menjadi remaja dan menemukan dunianya, menjadikan rumah sekadar tempat singgah. Hanya sebatas minta uang saku jika ingat ayah dan ibu.
  1. Fungsi religius. Keluarga adalah tempat pertama anak mengenal nilai keagamaan. Anak-anak dididik agama sejak dini, ayah menjadi imam dan ibu mengenalkan anak-anak pada generasi sahabat. Ayah dan ibu menjadi penyampai ajaran Islam, anak-anak menjadi sasaran pertamanya. Namun, banyak keluarga yang tak lagi menjadikan agama sebagai pondasi dalam interaksi, melainkan nilai-nilai liberal. Seperti keluarga yang mengabaikan aspek spiritual, membebaskan anaknya memilih sendiri agamanya, atau menyekolahkan anak ke sekolah beda agama. Hal semacam ini tidak sejalan dengan fungsi religius.

Dengan menjalankan 8 fungsi di atas, insya Allah akan tercapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Anak merupakan aset yang paling berharga bagi orang tua, maka sudah sewajarnya jika harus mengeluarkan banyak energi untuk menjaga asetnya. Jika orang tua lengah, bisa jadi aset akan rusak atau bahkan hilang. Lebih baik kita kehilangan materi dari pada kita kehilangan anak yang kita cinta. Hilang dalam artian menjadi anak yang durhaka kepada orang tuanya. Wallahu a’lam [ Ibnu ]

Designed by Mitramuslim