Home / Doa / MENJAGA KETURUNAN DARI GANGGUAN SETAN

MENJAGA KETURUNAN DARI GANGGUAN SETAN

Keberkahan, satu deret huruf dan satu frase kata yang menjadi buruan bagi tiap orang beriman. Siapa pun ingin mendapatkannya. Sebab, jika hidup sudah berkah, semua hal akan terasa indah.

Salah satu keberkahan yang mungkin luput dari perhatian kita, atau bahkan mungkin tabu bagi kita untuk membahasnya adalah usaha mencari keberkahan dalam hubungan pasutri. Hal ini sangat penting, karena menyangkut keberkahan anak keturunan kita.

Untuk meraih keberkahan dalam hubungan intim pasutri, di antaranya adalah dengan berdo’a ketika hendak mendatangi istri. Keampuhan do’a ini akan memberikan kebaikan pada keturunan yang dihasilkan. Selain itu, akan semakin menambah kemesraan karena keberkahan yang hadir ketika itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Jika salah seorang dari kalian ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca (do’a di atas yang artinya) ‘Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami!” Jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya. (HR. Bukhari no. 6388).

Kapan Do’a Tersebut Dibaca?

Ash-Shon’ani menjelaskan hadits di atas adalah dalil bahwa do’a tersebut dibaca sebelum bercumbu yaitu ketika punya keinginan. Karena dalam riwayat Bukhari lainnya disebutkan:

أَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ يَقُولُ حِينَ يَأْتِى أَهْلَهُ

Adapun jika salah seorang dari mereka mengucapkan ketika mendatangi istrinya … Makna kata “ketika” (حِينَ) dalam riwayat ini bermakna berkeinginan. (Subulus Salam, 6/91). Hal yang senada dituturkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/228) bahwa do’a ini dibaca sebelum hubungan intim.

Intinya, do’a ini diucapkan sebelum memulai hubungan intim dan bukan di pertengahan atau sesudahnya. Hukum membaca do’a ini adalah sunnah (mustahab) (Tafsir AlQur’an Al‘Azhim, 1/190). Dan jika lihat dari tekstual hadits di atas, do’a ini dibaca oleh suami bukan istri.

Berkah dari Do’a Tersebut

Diantara berkah yang akan dituai ketika membaca doa ini antara lain:

Pertama: Mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini sudah merupakan berkah tersendiri. Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Aku tidaklah biarkan satu pun yang Rasulullah amalkan kecuali aku mengamalkannya. Karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Bukhari no. 3093).

Kedua: Setan tidak akan turut serta dalam hubungan intim tersebut karena di dalam do’a ini diawali dengan penyebutan bismillah. Demikian pendapat sebagian ulama. Mujahid rahimahullah berkata, “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya.” (Fathul Bari, 9/229).

Ketiga: Kebaikan do’a ini pun akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Buktinya adalah riwayat mursal namun hasan dari ‘Abdur Razaq di mana disebutkan,

إِذَا أَتَى الرَّجُل أَهْله فَلْيَقُلْ (بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقَتْنَا وَلَا تَجْعَل لِلشَّيْطَانِ نَصِيبًا فِيمَا رَزَقْتنَا) فَكَانَ يُرْجَى إِنْ حَمَلْت أَنْ يَكُون وَلَدًا صَالِحًا

Jika seseorang mendatangi istrinya maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang sholeh. (Fathul Bari, 9/229).

Keempat: Keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini akan selamat dari berbagai gangguan setan. Ibnu Daqiq al-‘Ied berkata, “Bisa dipahami dari do’a ini bahwa setan juga tidak akan membahayakan agama anak dari hasil hubungan intim tersebut. Namun bukan berarti anak tersebut ma’shum, artinya selamat dari dosa.” (Fathul Bari, 9/229).

Syaikh Ibnu Baz memahami bahwa yang dimaksud dalam hadits bahwa anak tersebut akan tetap berada di atas fithroh yaitu Islam. Setan bisa saja menggoda anak tersebut, namun segera ia akan kembali ke jalan yang lurus. (Minhatul ‘Allam, 7/349).

Jadikan Kebiasaan!

Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan hafizhohullah berkata, “Hendaklah seorang muslim bersemangat mengamalkan do’a ini ketika berhubungan intim hingga menjadi kebiasaan. Hendaklah ia melakukannya dalam rangka mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan demi menghasilkan keturunan yang terjaga dan terlindungi dari gangguan setan, juga supaya mendapatkan keberkahan dari do’a ini.” (Minhatul ‘Allam, 7/348).

Ibnu Hajar berkata, “Faedah yang ditunjukkan dalam do’a ini adalah disunnahkannya membaca bismillah dan berdo’a serta merutinkannya hingga pada hal yang nikmat semacam dalam hubungan intim.” (Fathul Bari, 9/229).

Designed by Mitramuslim