Buah kurma, buah yang umumnya dikenal dari negeri Arab ini, kini telah banyak digandrungi masyarakat nusantara. Dunia medis pun membuktikan bahwa kurma memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Terkhusus pada bulan Ramadhan, kurma biasanya diburu masyarakat untuk dijadikan sajian berbuka dan sahur. Maka tidak berlebihan jika kurma didaulat sebagai makanan terbaik untuk yang berpuasa.
Islam Berbicara Tentang Kurma
Selain keistimewaan diatas, buah serta pohon kurma juga pernah Rasulullah gunakan untuk menjadi soal teka-teki bagi para sahabat. Dalam sabdanya beliau berkata, “Sesungguhnya ada sebuah pohon yang tidak gugur daunnya. Ia ibarat seorang muslim. Tahukah kalian apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan di perkebunan Wadhi.
Abdullah bin Umar berkata, “Sebenarnya terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah beri tahu kami pohon apa itu?” Beliau pun menjawab, “Ia adalah pohon kurma.” (HR. Bukhari-Muslim).
Tidak hanya disebutkan di dalam hadits, bahkan Allah sendiri juga membuat permisalan dengan menggunakan pohon kurma pada Surat Ibrahim: 24-25. Allah Ta’ala berfirman:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” Ibnu Hajar dalam Fathu al-Bari (1/146) menjelaskan maksud dari pohon tersebut adalah pohon kurma.
Kesamaan Antara Keduanya
Di dalam ayat dan hadits di atas seorang muslim diserupakan dengan pohon kurma. Tentu hal ini menunjukkan adanya sisi kesamaan antara keduanya. Maka, penting bagi seorang muslim untuk merenungi hikmah ataupun rahasia-rahasia yang ada di dalamnya.
- Abdurrazaq bin Abdil Muhsin menulis sebuah makalah yang berjudul Ta’ammulat Fi Mumatsalati al-Mukmin bi an-Nahlah, beliau menjelaskan dengan apik kenapa seorang muslim dimisalkan dengan pohon kurma. Ada beberapa poin penting, diantaranya adalah:
Pertama, pohon kurma memiliki akar, ranting, daun dan buah, demikian juga pohon keimanan, memiliki akar, cabang dan buah. Akar imam adalah rukun iman yang enam, cabangnya adalah amalan shalih, sedangkan buahnya adalah semua kebaikan dan kebahagiaan yang didapatkan seorang mukmin di dunia dan akhirat.
Kedua, pohon kurma tidak akan bertahan hidup kecuali dengan disiram dan dipelihara. Jika tidak maka akan kering dan jika ditebang maka mati. Demikian juga seorang mukmin tidak dapat hidup yang hakiki dan istiqomah kecuali dengan siraman wahyu.
Ketiga, pohon kurma tidak dapat tumbuh di sembarang tanah, bahkan hanya tumbuh di tanah tertentu yang subur saja. Pohon kurma di sebagian tempat tidak tumbuh sama sekali, di sebagian lainnya tumbuh namun tak berbuah atau berbuah namun sedikit. Sehingga tidak semua tanah cocok untuk pohon kurma. Demikian juga iman, ia tidak kokoh pada semua hati. Dia hanya akan kokoh pada hati orang yang Allah berikan hidayah dan lapang dada menerimanya.
Keempat, pohon kurma disifati sebagai pohon yang tidak gugur daunnya. Sisi persamaan dengan seorang muslim adalah sebagaimana sabda Rasulullah, “Sesungguhnya permisalan seorang mukmin seperti permisalan pohon yang tidak gugur daunnya. Tahukah kalian pohon apa itu?” Mereka berkata, “Tidak.” Lalu beliau menjawab, “Ia adalah pohon kurma, tidak gugur daunnya dan seorang mukmin tidak gugur (tertolak) doanya.” (Fathu al-Bari, 1/145).
Kelima, pohon kurma termasuk pohon yang paling sabar menghadapi angin dan terpaan badai. Selain itu ia mampu sabar bertahan dari kekeringan air, tidak sebagaimana kebanyakan pohon lainnya. Demikian juga seorang mukmin selalu sabar dalam menghadapi musibah. Berkumpul pada seorang mukmin kesabaran dengan ketiga jenisnya, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dari kemaksiatan dan sabar menghadapi takdir yang menyedihkan.
Keenam, pohon kurma memiliki barakah dalam semua bagiannya. Semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Demikian juga seorang mukmin, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya terdapat satu pohon, barakahnya seperti barakah seorang muslim.” Rasulullah berkata, “Ia adalah pohon kurma.” (HR. Bukhari, 3/444).
Ibnu Hajar berkata, “Barokah pohon kurma ada pada semua bagiannya, senantiasa ada dalam setiap keadaannya. Dari mulai tumbuh sampai kering, dimakan semua jenis buahnya, kemudian setelah itu seluruh bagian pohon ini dapat diambil manfaatnya sampai-sampai bijinya digunakan sebagai makanan ternak.
Demikian juga serabutnya dapat dijadikan sebagai tali serta yang lainnya pun demikian. Demikian juga barokah seorang muslim meliputi seluruh keadaannya. Juga manfaatnya terus menerus ada untuknya dan untuk orang lain sampai setelah matinyapun.” (Fathul Bari, 1/145-146). [Abu Absi].
*Referensi : Majalah al-Jaami’ah al-Islamiyah, edisi 107 hlm. 205
YDSUI Yayasan Dana Sosial Surakarta